|
DIABETES
MELITUS
Diabetes Melitus ( DM ) adalah
keadaan hiperglikemia ( kadar guladarah tinggi ) yang kronik disertai
kelainan metabolik, yang diakibatkan gangguan hormonal. Akibat gangguan
hormonal tersebut dapat terjadi komplikasi pada mata seperti katarak, ginjal,
( nefropati ), saraf dan pembuluh darah.
Ada dua
tipe DM :
1.
DM yang tergantung dengan insulin : disebabkan kerusakan sel
beta langerhans di kelenjar pankreas akibat proses autoimun.
o Biasanya
terdiagnosis dibawah umur 35 tahun
o Tidak
gemuk
o Gejala
timbul mendadak ( akut )
o Prevalansi
10% dari seluruh penderita DM
2.
DM yang tidak tergantung pada insulin : akibat kegagalan relatif
sel beta langerhans dikelenjar pankreas, misalnya karena obesitas, pola makan
yang tidak benar.
o Biasanya
terdiagnosis diatas umur 40 tahun
o Biasanya
gemuk
o Gejalanya
timbul perlahan – lahan ( kronik )
3.
DM tipe lain, biasanya diakibatkan oleh penyakit tertentu
misalnya : sirosis hati, penyakit kelenjar pankreas, infeksi, obat-obatan,
dan lain-lain.
KRITERIA KENCING MANIS (
Persatuan Endokrinologi Indonesia
) PERKENI
--------------- ATAU
---------------
--------------- ATAU
---------------
Tes toleransi glukosa oral :
GEJALA DAN TANDA AWAL
KELUHAN LAIN
PERENCANAAN MAKAN
LATIHAN JASMANI
Kiat memulai olah raga
Langkah 1 ; memikirkan olah
raga yang akan dilakukan, membuat daftar olah raga yang menarik misalnya
senam, jalan kaki,berenang.
Langkah 2 ; melihat kapan
punya kesempatan untuk melakukan olahraga, pertimbangkan jenis olah raga yang
masih sempat dilakukan
Langkah 3 ; membuat jadwal
kegiatan olahraga, dimana akan melakukan (dirumah atau diluar rumah), dan
bersama dengan siapa ( anak, istri, teman )
OBAT
1.
Obat hipoglikemik oral ;
o Meningkatkan
sekresia insulin dipankreas ; sulfonilurea, nateglinide
o Meningkatkan
pengambilan gula dijaringan lemak dan otot ; metformin, glitazone
o Meningkatkan
penyerapan gula diusus ; alpha-glucoside inhibitor
o Menurunkan
produksi gula dihati ; metformin, glitazone
2.
Obat hipoglikemik suntikan ; insulin
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
PERAWATAN KAKI
1.
Periksa kaki setiap hari, gunakan cermin
2.
Bersihkan kaki waktu mandi, dengan air bersih dan sabun
3.
Gosok kaki dengan sikat lunak dan keringkan dengan handuk
4.
Berikan pelembab didaerah kaki yang kering, jangan disela-sela
jari
5.
Gunting kuku mengikuti bentuk normal jari kaki, jangan terlalu
dekat dengan kulit, kikir agar tidak tajam Bila kuku keras dan sulit
dipotong, rendam dengan air hangat selama 5 menit Memakai alas kaki, juga
didalam rumah
6.
Gunakan sepatu atau sandal sesuai dengan ukuran dan enak dipakai
;
o panjang
½ inchi lebih panjang dari jari kaki terpanjang, saat berdiri
o ujung
tidak runcing
o tinggi
tumit kurang dari 2 inchi
o bagian
dalam tidak kasar dan licin, tebal 10-12 mm
o ruang
dalam sepatu longgar
YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN
1.
Merendam kaki
2.
Menggunakan botol panas atau peralatan listrik untuk memanaskan
kaki
3.
Menggunakan pisau untuk menghilangkan kapalan
4.
Merokok
5.
Memakai sepatu atau kaos kaki sempit
6.
Membiarkan luka kecil dikaki
SENAM KAKI DIABETIK
Fungsi :
1.
Memperbaiki sirkulasi darah
2.
Memperkuat otot-otot kecil
3.
Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
4.
Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha ( gastrocnemius,
hamstring, quadriceps )
5.
Mengatasi keterbatasan gerak sendi
Cara :
1.
Dilakukan dalam posisi berdiri, duduk dan tidur
2.
Menggerakkan kaki dan sendi kaki
3.
Berdiri dengan kedua tumit diangkat
4.
Mengangkat dan menurunkan kaki
5.
Gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar keluar atau ke
dalam dan mencengkram pada jari-jari kaki
PENYULUHAN DM
Penyuluhan merupakan salah
satu pilar penanganan penyakit diabetes melitus. Penyuluhan ditujukan tidak
hanya pada penderita, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Penyuluhan
yang menyuluruh mengenai penyakit diabetes melitus penting mengingat diabetes
merupakan penyakit seumur hidup dimana pasien sendiri harus ikut berperan
dalam penanganan penyakitnya.
Penanganan diabetes melitus
sebenarnya merupakan suatu proses yang berlangsung selama 24 jam dan
seringkali berhubungan dengan gaya
hidup, sehingga makin baik pengetahuan penderita mengenai diabetes melitus,
makin mengerti perlunya mengubah perilaku dan mengapa hal itu harus
dilakukan. Selain itu, pasien diabetes melitus sebaiknya harus dapat menjadi
dokter bagi dirinya sendiri, diantaranya dengan mengandalikan obesitas,
mengatur diet yang baik, dan meningkatkan aktivitas fisik.
|
Selasa, 29 Oktober 2013
DIABETES MELLITUS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar